Saturday, October 31, 2015

Titik Api Berkurang Signifikan dan Jarak Pandang Bertambah

Titik Api Berkurang Signifikan dan Jarak Pandang Bertambah

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan, titik api kebakaran hutan di Sumatera dan Kalimantan, semakin berkurang setelah turun hujan. Jarak pandang di dua wilayah tersebut juga bertambah.
"Dengan adanya curah hujan selama tiga hari berturut-turut di Sumatera dan Kalimantan, maka titik api berkurang secara signifikan," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam konferensi pers di Kantor BNPB, Jakarta Pusat, Jumat (30/10/2015).
Berdasarkan data yang diperoleh pada Jumat pukul 05.00, titik api di Sumatera Selatan berjumlah 156 titik, yang terdiri dari Bengkulu 1 titik, Jambi 2 titik, Lampung 32 titik, Riau 8 titik, Sumbar 1 titik, Sumsel 109 titik, Sumut 3 titik. (baca: Pakai Masker Saat Rapat, Pimpinan DPR Dianggap Politisasi Bencana Asap)
Sedangkan, untuk Kalimantan, setelah hujan turun titik api terbesar berada di 4 titik. Sebanyak 3 titik di Kalimantan Timur, dan 1 titik di Kalimantan Selatan.
Untuk jarak pandang, di wilayah Padang kini sejauh 1.500 meter, tetapi kondisi masih berasap. Jarak pandang di Pekanbaru sejauh 3.000 meter dan di Jambi sejauh 1.400 meter.
Kemudian di Palembang, jarak pandang sejauh 800 meter dengan kondisi berasap. (Baca: Ruhut Tantang Inisiator Pansus Asap Turun ke Daerah)
Sementara untuk Kalimantan, di Pontianak jarak pandang mencapai 1.500 meter, Ketapang 8.000 meter dengan kondisi berawan.
Adapun di Palangkaraya sejauh 1.200 meter dengan kondisi berasap, dan Banjarmasin sejauh 2.500 meter berasap. (baca: Inisiator Tak Hadiri Rapat Paripurna, Pansus Asap Belum Diputuskan)
Berdasarkan data yang diperoleh sepekan sebelum hujan, di Sumatera Selatan titik api mencapai 703 titik. Sedangkan untuk Kalimantan, titik api mencapai 905 titik api.
"Otomatis bandara sudah mulai dibuka. Bandara di Jambi yang sebelumnya terisolir sudah mulai beroperasi kembali," kata Sutopo.
Sutopo menambahkan, Badan Meteorologi Klimatogi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan hujan akan kembali turun sampai 4 hari ke depan di dua kawasan ini. (baca: "Saya Lupa, Kapan Terakhir Kali Matahari Bersinar di Palembang...")
Diharapkan, hujan akan membantu proses pemadaman api kebakaran hutan.
"Ini disebut sebagai golden time, setelah itu akan masuk musim kering lagi," kata Sutopo.

Sumber: http://banjarmasin.tribunnews.com/

Share this

0 Comment to "Titik Api Berkurang Signifikan dan Jarak Pandang Bertambah"

Post a Comment