Friday, December 11, 2015

Polisi Dituding Istimewakan Sopir Lamborghini Maut.

Polisi Dituding Istimewakan Sopir Lamborghini Maut.

Sejumlah tokoh masyarakat Kota Surabaya pada Jumat, (4/11/2015) melakukan aksi menggalang dana dengan cara mengumpulkan uang koin di depan Markas Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya, sebagai bentuk sindiran terhadap kinerja polisi dalam menangani kasus tabrakan maut Lamborghini.

Hal ini disampaikan oleh Seorang perwakilan tokoh Surabaya, M Soleh. Kasus tabrakan maut Lamborghiniini terjadi Minggu, 29 November 2015. Polisi dalam kasus ini terkesan mengistimewakan pelaku. “Karena dalam kasus ini polisi kesannya menganakemaskan tersangka Wiyang Lautner,” tudingnya.

Soleh menganggap alasan polisi tak menahan Lautner tidak masuk akal. “Alasannya, karena tersangka merasa pusing. Sekarang, tersangka mana yang tidak pusing kalau mau ditahan. Saya dulu ditahan selama 42 hari itu setiap hari selalu merasa pusing,” ujarnya.

Menurutnya, kinerja Polrestabes Surabaya sudah cukup bagus selama ini. Tetapi prestasi itu jangan sampai dinodai dengan memperlakukan istimewa Wiyang Lautner karena disebut anak keluarga kaya. “Jangan sampai kayak kasusnya anaknya Hatta Rajasa, Ahmad Dhani itu muncul juga di Surabaya,” ujar Soleh.

Uang koin yang terkumpul hasil aksi terebut kemudian kemudiandiserahkan kepada polisi. Tetapi Kepala Sub Bagian Humas Polrestabes Surabaya, AKP Lily Djafar, yang menemui mereka menolak menerima uang itu.

“Buat apa uang ini. Saya tidak mau terima. Nanti saja kalau uangnya banyak, saya mau terima,” ujarnya sambil menepis uang koin itu dan mengembalikannya kepada Soleh.Saat itu Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polrestabes Surabaya, AKBP Takdir Mattanete, tiba-tiba muncul. Dia berusaha mendinginkan suasana. Takdir kemudian memilih menerima uang itu.

No comments:

Post a Comment